Alat Fermentasi Sampah Organik ( Compost Bin ) Type M

Last Update
14 / 12 / 2019
MinimumPurchase
1 Unit
Visited
34 Times

Price
CALL

Share

Add To Cart

Attention!

This company is registered as a Free Member. Avoid making payments before meeting the seller or seeing the goods in person. COD (Cash On Delivery) or meeting directly with the seller is a safe transaction method that we recommend.

Specification of Alat Fermentasi Sampah Organik ( Compost Bin ) Type M

Browse through the extensive list of Baby Clothing Equipment. Find the best offer from thousand of supplier in Indonetwork.
Alat Fermentasi Sampah Organik ( Compost Bin ) Biophosko® [ M 90 ] berdimensi ( Tinggi= 80 cm, Diameter= 40 cm) , terbuat dari bahan plastik HDPE ( jenis bahan yang kuat ) , merupakan alat yang tepat dijadikan peraga pendidikan lingkungan dan penanganan sampah ( khususnya sampah organik sisa-sisa pemakaian rumah tangga dan sampah kantin sekolah seperti : makanan, kertas, limbah masakan, sayuran, sisa ikan dan daging, dll ) . Mengajarkan pengolahan sampah sebagai material sisa pemakaian rumah tangga, hijauan dan sampah kebun serta pekarangan sekolah dan sisa makanan kantin di sekolah menjadi sesuatu yang bermanfaat - menjadi kompos dan pupuk cair - akan berguna bagi peserta didik dalam memahami proses dekomposisi ( fermentasi oleh bakteri) , katagorisasi sampah organik, pengetahuan akan jasad renik, pengetahuan rasio C/ N bagi terjadinya dekomposisi yang sempurna, jenis-jenis bakteri probiotik, pengenalan mikrobiologi, pengkayaan unsur hara dan praktek langsung melakukan pengolahan sampah serta bercocok tanam. Material yang dihasilkan dari pengajaran pengolahan sampah juga berguna dalam memelihara kesuburan tanah dan sebagai pasokan nutrisi bagi tanaman pekarangan sekolah, pot bungan kelas sekolah dan penghijauan lingkungan sekolah pada umumnya. Sederhana dan mudah dalam pengaplikasiannya. Kapasitas suatu Komposter Type M pada 0, 08 m3 sampah atau 80 liter atau 20 kg, akan mampu mengolah sampah dari kurang lebih 5 ( lima ) hari buangan sampah rumah tangga. Bagi rumah tangga Indonesia diketahui bahwa setiap jiwa mengeluarkan sampah sekira 2, 6 liter per hari atau 13 liter per keluarga rumah Indonesia dengan 5 jiwa/ keluarga. Dalam melaksanakan pengolahan sampah organik menggunakan Komposter ( Type M) dapat diikuti tatacara berikut: Pertama, siapkan sampah organik rumah tangga ( sisa makanan, potongan sayuran, kulit buah, sisa ikan dan daging) serta usahakan bahan tersebut sudah berukuran kecil-kecil ( 10-50 mm atau 5 cm) . Kapasitas Komposter ( Type M) dengan dimensi tinggi dengan diameter ( 80 cm dan 40 cm) ini berkapasitas + / - 0, 08 m 3 ( kubik) atau 80 liter atau setara dengan 20 kg sampah organik ( konversi atau kepadatan/ cm3 berat sampah terhadap volume adalah 20 % -25 % ) . Bagi sampah domestik rumah tangga atau restoran dan rumah makan, membuat sampah berukuran kecil tidaklah sulit. Selain karena bahan rumah tangga sudah berukuran kecil, melakukan perajangan juga tidak terlalu repot karena berjumlah sedikit atau cukup dirajang dengan dicacah-cacah menggunakan pisau dapur atau alat perajang lainnya. Kedua, masukan sampah organik ukuran kecil kedalam wadah pencampuran seperti container plastik atau “ jolang” atau ember. Kemudian campurkan penggembur ( bulking agent) Green Phoskko® sebanyak 1-3 % bahan organik atau setara dengan 0, 6 kg untuk 20 kg sampah organik ( seukuran Komposter Komposter Type M ini) dan aduk hingga merata. Penggunaan penggembur ini ditentukan oleh keadaan bahan kompos ( sampah organik) yakni, jika terlampau basah digunakan rasio 3 % dan jika agak kering dapat digunakan 1 % dari jumlah bahan sampah organik. Ketiga, saat terjadinya proses penyerapan penggembur ( bulking agent) kedalam bahan sampah, dilain tempat ( baskom atau ember ke-2) disiapkan larutan mikroba probiotik Green Phoskko® Compost Activator. Caranya, ambil 5 sendok makan mikroba aktivator kompos - kalau ada tambah gula pasir 1 sendok makan atau molases 1 sendok makan dan larutkan dalam air sebanyak 10 – 15 liter. Aduk hingga merata dengan beberapa kali mengaduknya serta kemudian bisa langsung disiramkan kepada tumpukan bahan atau sampah tadi – yang telah diaduk dengan penggembur ( langkah 2 diatas tadi) secara perlahan, sedikit demi sedikit atau terlebih dahulu simpan 2-4 jam akan lebih baik lagi. Keempat, setelah diperkirakan terlarut secara merata dan cukup air ( kalau tumpukan sampah organik dalam wadah tadi digenggam tidak menetes namun jika diperas masih ada airnya) , masukan bahan kompos tadi kedalam Komposter. Beberapa hari kemudian akan terjadi reaksi panas sampai 70 derajat Celcius, jika ada bisa diukur dengan menggunakan thermometer. Pada saat terjadinya reaksi panas usahakan jangan membuka Komposter agar terjadi dekomposisi sempurna. Kelima, pada hari ke 5- 6, reaksi dekomposisi dalam Komposter akan selesai dan saat tersebut dapat ditambahkan lagi tambahan sampah organik yang telah disiapkan sebagaimana langkah 1 sampai 3 diatas. Atau, jika dianggap perlu, pada hari ke-7-9, jika diukur suhunya sudah dibawah 30 derajat C atau dianggap sudah dingin, dapat dikeluarkan atau dipanen bahan kompos dari dalam Komposter bagian bawah ( yang terlebih dahulu matang) melalui pintu bagian bawah yang tersedia. Bahan kompos tersebut masih basah, lengket dan lembab sehingga perlu disimpan di tempat teduh agar kena angin serta tutup dengan karung kemasan untuk diangin-anginkan. Maka dalam beberapa hari kemudian ( umumnya 3-5 hari) bahan kompos yang asalnya basah akan menjadi kering dan gembur. Lalu, jika untuk dijual, ayak hingga terpisahkaan antara butir kecil dengan bahan butir ukuran besar. Sebenarnya, kompos berukuran besar bisa ditumbuk atau digunakan bagi tanaman pekarangan. Gundukan kompos butiran kecil masukan kedalam kemasan sesuai yang direncanakan. Maka kini anda memiliki kompos buatan anda sendiri untuk siap dijual maupun langsung digunakan bagi tanaman pekarangan sekolah.
Show More

PT DISTRA BHUMI SWADIPHA

Pemupukan bertujuan untuk menggantikan unsur hara yang hilang terbawa panen, penguapan ( volatilisasi) , pencucian oleh air tanah, pengikatan oleh kimia lain dalam tanah ( fiksasi) , dan sebagainya. Pemberian jenis dan jumlah unsur hara berdasar kondisi kesuburan lahan kemudian disebut pemupukan berimbang. Pemupukan berimbang adalah penambahan pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan hara oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian. Takaran pupuk yang digunakan untuk memupuk satu jenis tanaman akan berbeda untuk masing-masing jenis dan lokasi tanah berada, hal ini karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan susunan kimia tanah yang berbeda. Hal penting yang perlu dicermati untuk mendapatkan efisiensi dalam pemupukan, antara lain : jenis pupuk yang digunakan, sifat dari pupuk itu sendiri, waktu pemupukan dan syarat pemberian pupuk serta cara atau metode pemupukan. Peningkatan produksi pertanian dapat dicapai melalui pendekatan teknologi yang tepat antara lain dengan menerapkan teknologi pemupukan berimbang spesifik lokasi. Pemupukan berimbang dapat dilakukan dengan menggunakan pencampuran aneka unsur hara secara kimia ( chemical blending) kemudian disebut pupuk majemuk ( compound) dengan komposisi ( formula) tertentu. Salah satunya adalah teknologi pupuk tablet Gramalet, yakni pupuk bentuk tablet yang diproduksi berdasar pesanan ( fleksibel) dan didasarkan atas kondisi kesuburan lahan dan jenis tanaman pelanggan. Pupuk formula fleksibel ini adalah hasil teknologi pencampuran fisik dan kimia ( physical and chemical blending) berupa pentabletan pada tekanan tertentu antara berbagai unsur hara dari pupuk tunggal menjadi majemuk tablet. CVSK adalah perusahaan nasional yang bertindak selaku prinsipal ( pemilik merk, standar mutu, jaringan pemasaran, perijinan dan persyaratan perdagangan lainnya) dalam pengembangan teknologi Gramalet serta kemudian berkembang pada berbagai bidang usaha pupuk kompos, pupuk organik, komposter alat pengolah sampah dan limbah organik serta aktivator dekomposer organik. Dalam katagori material pupuk organik ( kompos) , CVSK telah berhasil merekayasa dan mengisolasi mikroba pengurai sampah ( probiotik) dan aneka mineral bagi berlangsungnya pengomposan modern, higienis, ekonomis dan cepat. Mikroba pengurai ini adalah aktivator kompos Green Phoskko® ( GP-1) dan penggembur ( organic bulking agent) Green Phoskko® ( GP-2) . Bagi berlangsungnya dekomposisi secara efektif dan efisien, dikembangkan pula alat mesin ( komposter) Biophosko® baik bagi kepentingan pengomposan di skala rumah tangga, pengelolaan sampah skala lingkungan atau mesin Rotary Kiln bagi kepentingan bisnis komersial. Alat mesin dan teknologi penguraian limbah dan sampah organik ini sangat bermanfaat bagi pehobies taman, dan pengelola pertamanan dalam membuat kompos dengan memanfaatkan bahan baku berasal dari sampah rumah tangga; Atau, bagi pengusaha guna mendapatkan bisnis -type Rotary Kiln akan memberikan bisnis yang cepat menghasilkan dari mengelola sampah kawasan komersial ( perumahan, pabrik, pasar, kawasan industri, mall, hotel, restoran atau lingkungan apartemen) . Bahkan, bagi kota- kota yang mengalami masalah dengan lokasi Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) Sampah dan masih lemahnya penanganan sampah dan limbah kota metropolitan- Rotary Kiln Biophoskko® akan sangat membantu mengurangi sampah secara tuntas sejak sumber atau lokasi sampah dihasilkan ( keluarga atau rumah tangga, restoran, mall, pasar, kantin pabrik, pasar sayur dan hotel) . Bagi skala besar, alat mesin Rotary Klin dapat dipilih antara kapasitas 1 m3 ( 1/ 3 Ton) / 5 hari, 3 m3 setara 1 ton/ 5 hari sampai 6 m3 ( 2 Ton) / unit mesin/ 5 hari. Kompos, sebagai hasil dari pengolahan sampah dan limbah organik, bermanfaat besar bagi upaya memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak. Bogor, Agustus 2010 PT Cipta Visi Sinar Kencana ( CVSK) Ir Sonson Garsoni + 62- 811208648-81572527115
Show More

PT DISTRA BHUMI SWADIPHA

Free
JL Pamikul Raya Ujung No 3 Rt 05 Rw 17 Kel Tegal Gundil - Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia -16152
Last Login 04 / 10 / 2020